17 October 2008

Lebaran Kedua di Jogyakarta

Kisah perjalanan kami, saya dan reik menuju kota Jogyakarta dengan mengendarai motor ….. pada tanggal 28 September - 05 Oktober 2008.

Sebenarnya kami ingin berangkat dari Pamulang sekitar jam 13.00 an, agar nanti bisa buka puasa dan jalan-jalan sebentar di kota Bandung, tetapi karena si Reik di tunggu-tunggu belum juga nongol dari pagi, yach …. akhirnya mundur juga berangkat nya. Apalagi harus juga mengikat barang-barang di bagasi mobil Avanza yang juga berangkat ke Jogya.

Setelah dari pondok cabe usai mengikat bagasi di mobil avanza, saya dan reik pulang ke Pamulang untuk beres-beres sekedarnya …. dan juga mau mandi dulu, masalah nya dari pagi belum mandi.
Akhirnya Jam 15.00 kami berangkat dari rumah dengan tujuan pertama kota Bandung.

Route yang kami lalui adalah … Pamulang melalui p. petir yang nongol di parung, selama perjalanan masih lancar-lancar saja, memasuki jalan warung jambu jalan sangat lancar dengan telah dibukanya underpass yang baru, sehingga tidak ada lagi hambatan di rel kereta api yang selama ini selalu menghambat perjalanan dengan frekwensi lalu lalang kereta yang sangat tinggi.
Tapi setelah memasuki tajur, hujan mulai turun, kami lalu menepi mencari tempat berteduh, padahal jam baru menujukan jam 16.45, dengan berembuk akhirnya kami akan menunggu hujan hingga bedug maghrib datang. Setelah berbuka puasa dengan minum freshtea dan merokok sebatang, kami jalan lagi menuju kota bandung.

Kami sampai di Bandung jam 19.00 lalu istirahat di depan Gedung Sate untuk makan malam, tadi nya sich malu juga buka makanan di tempat umum, tapi setelah di pikir-pikir gak bakalan ada yang kita kenal, yach udah kita makan aja dengan lahap nya ……. ntah karena kelaparan atau emang enak lauk nya ….. kita makan dengan lahapnya . Sampai-sampai nasi yang seharusnya kita makan untuk sahur nanti, dimakan untuk nasi tambahan.

Gak lama setelah makan, kita meneruskan perjalanan lagi. Dari Gedung Sate menuju Cicaheum arah ke Cilenyieu, lalu lintas masih sepi … belum ada tanda-tanda keramain mudik.
Di Nagrek belum rame yang turun … hanya beberapa saja yang terlihat, rupanya jalan lancar karena di persimpangan ke Garut telah di buat jalan melingkar, sehingga semua jalan menjadi satu arah.
Mendekati Malambong baru kelihatan konvoi kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, kami menurunin jalan dengan senang karena sudah ada motor-motor lainnya, saling menyusul dan disusul silih berganti, apalagi kami dapat menyusul beberapa bis kota.

Target saya, kami dapat makan sahur di Banjar pada jam 03.00 subuh ( biasanya saya memang sahur di Banjar kalau bulan puasa ), tetapi setelah ciamis motor ban yang di naiki si reik mengalami bocor, terpaksa kami mencari tukang tambal ban dulu, waktu pada saat itu telah menunjukan jam 14.30. Setelah tanya sana tanya sini, rupa nya masih ada tambal ban yang masih buka, saya suruh reik mencari tambal ban nya ada dimana dengan motor yang saya pakai, setelah ketemu baru saya tuntun motor yang bocor tersebut ke tukang tambal ban nya, namun kami harus menunggu giliran untuk di tambal karena masih motor yang sedang di tambal juga ban nya, akhirnya ban kami di tambal juga.

Sambil tiduran menunggu ban kami di tambal, kami mendengar sirene …… setelah kami tanyakan kepada bapak tukang tambal serine apa itu, akhirnya kami lemas, karena itu tandanya imsak.
Akhirnya kami minum saja untuk sahurnya ……

Oh iya … ada yang belum kami ceritakan ….. kami memang agak lambat di perjalanan, karena ada satu misi yang kami jalankan sekaligus, yaitu membagi-bagikan bundel Program Investasi Bersama, yang kami bagikan di setiap ATM yang tersebar sepanjang jalan.

Rupanya kali ini perjalanan saya di penuhi dengan rasa kantuk, sehingga entah berapa kali saya berhenti istirahat untuk tidur sebentar di beberapa tempat, dimana ada tempat di pinggir jalan kami berhenti untuk memejamkan mata barang sejenak, terakhir kali nya begitu masuk kulonprogo ada bale-bale di pinggir kanan jalan yang kosong, dengan sigap saya berhenti dan memutar motor untuk segera ketempat bale-bale tersebut untuk tidur ….. tanpa melepas helm saya tertidur selama 1 jam.

Akhir nya kami memasuki kota jogya pada jam 15.00 yang langsung menuju tempat kontrakan anak saya di daerah wagok, seberangnya Ambarukmo Plaza.
Begitu sampai kami langsung istirahat dengan membersihakan badan terlebih dahulu.

Tanggal 01 Oktober 2008
Hari Raya Idul Fitri telah tiba, Saya, Reik dan Suli berniat sholat id di deket-deket Kontrakan Adit dan Andri, kemarin sich sebenarnya sudah di survey dimana kita akan shalat Id, namun demikian pada saat kita sudah tiba di Lapangan Tennis tempat di selenggarakan shalat id, kita terlambat datang, akhirnya dengan kecewa kita kembali pulang.

Setelah bermaaf-maaf’an di rumah, kita pergi ke Klaten untuk berlebaran bersama keluarga besar disana ….

Bergaya sejenak pada saat Lebaran

Bergaya sejenak pada saat Lebaran

Baris Belakang :
Agung, Adit, Asti, Dono dan Mia
Baris Depan :
Reik, Andri dan Suli

Bergaya setelah bermaaf-maaf’an ..

Lebaran di Rumah Eyang, Klaten.
Lebaran di Rumah Eyang, Klaten.
Agung, Ramon, Andri, Suli, Asti, Dono dan Reik
Setelah berlebaran dengan keluarga di sekitar Rumah eyang … kami pergi berenang ke Pemandian Cokro, yang terletak di daerah belakang rumah, sekitar 15 Km.
Dalam perjalanan menuju Cokro, Reik ingin berpose terlebih dahulu di tengah hamparan sawah yang di Jakarta sudah susah ditemukan lagi.
Reik, bergaya di Tengah Sawah nan hijau

Reik, bergaya di Tengah Sawah nan hijau

Ramon dan Reik sedang action

Ramon dan Reik sedang action

Sebenarnya sich bagi orang daerah, bergaya di tengah sawah bukan suatu yang aneh, tapi berhubung sudah langka untuk melihat sawah di Jakarta, yach begaya dech di depan hamparan sawah yang hijau ….
Akhirnya sampai juga lah kita di pemandian Cokro, begitu sampai semua langsung siap-siap untuk menceburkan diri ke kolam, liat dech gaya-gaya nya.
Andri, Reik, Dono

Andri, Reik, Dono

Paghe, Reik, Andri

Paghe, Reik, Andri

Reik, Andri, Paghe

Reik, Andri, Paghe

Setelah puas berenang …. kami melanjutkan perjalanan ke Solo untuk berlebaran ke rumah Oom Andid yang beralamat di Perumahan Fajar Indah, maksudnya sich siapa tau bisa makan malam disana, tetapi apa yang kita dapatkan ….. jauh … jauh sekali dari apa yang kita harapkan. Cuma di kasih Minum dan Kue-kue standard lebaran.
Setelah berbasa-basi akhirnya kita pamit untuk mencari makan malam, tujuan kita adalah makan nasi liwet di daerah solo baru. Nasi liwet yang kita tuju adalah berdasarkan refrensi yang ada di jalansutra, tetapi begitu sampai disana, nasi liwet tersebut tidak jualan.
Akhirnya kita makan di tempat yang ada saja.
Tapi kita kecewa makan di tempat itu, karena pelayanannya parah banget …. lama dan gak sumeh yang melayaninya, tamu nya banyak tapi melayaninya sendiri, bukan karena gak ada orang, tapi karena yang punya gak percaya sama pegawai nya, melayani makanan dia, yang ngitung-ngitung makanan dia juga .. wah kapok dech kalau makan disitu. Mengenai nama warung nya saya lupa, nanti kalau udah inget, akan saya taruh disini.
Setelah makan, kami langsung pulang ke Jogya.
Akhirnya .. hari minggu tanggal 05 Oktober 2008 Saya dan Reik harus pulang ke Jakarta. Setelah membeli sedikit Oleh-oleh bakpia untuk Pak Imam, kami segera berkemas untuk segera pulang.
Sebelum jalan kami berfoto-foto sebentar dengan Adit dan Andri.
Kami start dari rumah sekitar jam 15.30, mundur setengah jam dari rencaana, melalui dari Jl. Solo, depan Amplas terus ke arah tugu, dengan tujuan Godean. Rencana nya kami akan ke Purworejo melalui Godean terus naik ke perbukitan, dengan harapan akan langsung sampai di Purworejo.
Kami melalui jalan tersebut atas saran Adit dan Andri, lagi pula pada jam-jam segitu ,,, melalui wates pasti lalu lintas cukup padat.
Setelah memakan waktu sekitar 1,5 Jam kami tiba di Purworejo, di alun-alun Purworejo, kami langsung mengambil jalan ke arah kebumen.

05 October 2007

Lebaran Pertama di Jogyakarta

Karena Anak-anak kuliah di Jogya, maka dari pada mereka saya suruh pulang ke Jakarta, mending saya yang ke Jogya sekalian nganterin Motor buat Andri.

OK kita flashback dulu …. Perjalanan ini dalam rangka Lebaran pada tahun 2007, kalau gak salah pada

Perjalanan kali ini mempergunakan Motor Honda Revo yang baru saya beli, begitu plat nomor keluar dari dealer, malam nya langsung berangkat.
Saya berangkat jam 21.00 dari rumah dengan tujuan adalah Batu Raden, Purwokerto dengan pertimbangan …. kalau diteruskan langsung ke Jogya akan sampai pada siang hari dan itu sungguh melelahkan.
Pertimbangan kedua adalah, anak-anak belum pernah jalan-jalan ke Batu Raden, jadi sekaligus kita jalan-jalan disana, merasakan mandi di Pancuran Tujuh, dan alasan terkahir adalah, KM motor sudah mencapai 495 Km, kalau di teruskan ke Jogya akan melampaui 500 Km yang mengakibatkan Service Gratis pertama akan gugur.

bulang Oktober.
Seperti yang saya ceritakan di awal tadi ….. saya berangkat sendirian dengan mempergunakan motor honda revo pada jam 21.00 dari rumah di Pamulang. Tidak ada masalah di perjlanan, semua lancar sampai dengan jam 03.00 saya sahur di Banjar, setelah santap sahur saya meneruskan perjalanan ke Purwokerto.
Memasuki Kota Purwokerto jam telah menunjukan Pkl. 06.00 pagi, saya berputar-putar sejenak untuk menunggu AHASS buka, karena kalau saya langsung ke Batu Raden akan males untuk turun lagi ke Purwokerto, jadi lebih baik service motor dahulu baru mencari hotel untuk istirahat.
Sementra itu, anak-anak sudah saya beritahu bahwa saya telah sampai di Purwokerto, sehingga mereka bisa menyusul langsung ke Batu Raden.
Setelah Service motor selesai, saya langsung mencari Hotel di Batu Raden, berputar-putar sejenak … akhirnya dapet hotel yang murah dengan tarif Rp. 60.000,- per malam dengan tempat tidur 2 buah dengan ukuran besar. Sayang nama hotel nya saya lupa.

Setelah Cek-In saya mandi dan langsung tidur sambil menunggu anak-anak datang dari Jogya.

Jam 15.00 akhirnya anak-anak sampai di hotel tempat saya menginap, setelah istirahat sejenak …. menjelang buka puasa kami turun ke Purwokerto untuk mencari tempat buka puasa yang nyaman.
Oleh karena terlalu banyak mencari dan merasa tidak ada yang cocok, akhir nya waktu buka puasa tiba, kami berbuka puasa malah di tempat yang tidak nyaman ….. gpp dech … sekedar untuk membatalkan puasa aja koq …..

Setelah jalan-jalan lagi ….. akhir nya kami dapat tempat makanan enak, yaitu ayam goreng yang tampak nya nikmat banget ……. tempat nya sich di pinggir jalan utama …. lupa nama jalannya …..
Tetapi begitu selesai makan dan membayar makanan, alangkah terkejutnya saya …. karena begitu mahal harga makanan nya ….. masak makan ayam dan minum es teh manis untuk bertiga di kenakan harga Rp. 99.000, kapok dech ……..
Akhirnya dengan berbekal nasi bungkus untuk sahur nanti yang kita temui warung di pinggir jalan, kami kembali ke Batu Raden untuk istirahat.

Besok pagi nya, kami mandi ke Pancuran tujuh ….. dengan mengendarai motor kami naik ke atas tempat lokasi Pancuran 7 tersebut, cukup curam dan lumayan mengerikan jalan nya apabila naik kendaraan. Dulu pernah saya kesana juga, tapi malah jalan kaki, melalui taman wisata nya. Malah lebih dekat dan gak serem jalannya.

Setelah puas main air dan di pijat dengan belerang kami kembali ke hotel untuk segera melanjutkan perjalanan kami Dieng, saya tau dieng hanya dari cerita-cerita dan baca-baca di beberapa media mengenai Dieng.
Route perjalanan nya adalah dari Batu Raden kami turun ke arah Purwokerto, di tengah-tengah kami ambil jalan ke kiri ….. arah ke wonosobo. Namun sebelum masuk ke Wonosobo kami mengambil jalan ke kiri untuk naik kearah pegunungan …. bukan main Indahnya ….. sepanjang jalan … kami di selimuti Kabut ….. sampai di Dieng, setelah beradaptasi sebentar ….. waktu buka puasa tiba, dengan minum susu Ultra Jaya kami berbuka puasa, lalu menyantap Bakso yang cepat sekali dingin nya ……
Setelah makan Bakso, kami mencari tempat penginapan, yang akhir nya dapet juga dengan harga Rp. 40.000,– Cukup sederhana … malah sederhana sekali, sehingga kami tidur dengan kedinginan ….., namun demikian kami bisa mandi dengan air panas dengan tarif Rp. 2.000,- per ember.
Setelah mandi … kami mencari makan malam di restaurant padang, wach … gak enak banget …. apa-apa yang dimakan semuanya dingin ….. maklum lah …. memang dingin sekali di Dieng ini.
Jadi kalau memang mau kesana, persiapkan peralatan yang melindungi dari udara dingin.

Andri, Ramon, Adit sedang bergaya di depan danau yang kering, Dieng

Andri, Ramon, Adit sedang bergaya di depan danau yang kering, Dieng

Lagi cari posisi buat bergaya

Lagi cari posisi buat bergaya

Keesokan hari nya, kami jalan-jalan di sekitar nya, melihat lahar, melihat danau ….. namun kesemuanya itu tidak ada yang terlalu menarik …. ( atau memang kami belum dapat tempat yang memang benar-benar menarik ), setelah puas kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jogyakarta dengan route wonosobo - magelang - jogya.
Begitu maghrib kami sampai di Magelang, mencari tempat buka’an dan istirahat di alun-alun. Makan steak-steak an ….., setelah itu langsung pulang ke Jogyakarta.

Besok nya kita pergi ke Wonogiri, berangkat melalui wonosari - pracimantoro - wonogiri, makan siang/sore di atas waduk Gajahmungkur, terus muter-muter di Wonogiri dan akhirnya foto-foto di Selamat Datang Wonogiri dari arah Solo.

Tugu Selamat Datang di Wonogiri, Ramon dan Adit

Tugu Selamat Datang di Wonogiri, Ramon dan Adit