Karena Anak-anak kuliah di Jogya, maka dari pada mereka saya suruh pulang ke Jakarta, mending saya yang ke Jogya sekalian nganterin Motor buat Andri.
OK kita flashback dulu …. Perjalanan ini dalam rangka Lebaran pada tahun 2007, kalau gak salah pada
Perjalanan kali ini mempergunakan Motor Honda Revo yang baru saya beli, begitu plat nomor keluar dari dealer, malam nya langsung berangkat.
Saya berangkat jam 21.00 dari rumah dengan tujuan adalah Batu Raden, Purwokerto dengan pertimbangan …. kalau diteruskan langsung ke Jogya akan sampai pada siang hari dan itu sungguh melelahkan.
Pertimbangan kedua adalah, anak-anak belum pernah jalan-jalan ke Batu Raden, jadi sekaligus kita jalan-jalan disana, merasakan mandi di Pancuran Tujuh, dan alasan terkahir adalah, KM motor sudah mencapai 495 Km, kalau di teruskan ke Jogya akan melampaui 500 Km yang mengakibatkan Service Gratis pertama akan gugur.
bulang Oktober.
Seperti yang saya ceritakan di awal tadi ….. saya berangkat sendirian dengan mempergunakan motor honda revo pada jam 21.00 dari rumah di Pamulang. Tidak ada masalah di perjlanan, semua lancar sampai dengan jam 03.00 saya sahur di Banjar, setelah santap sahur saya meneruskan perjalanan ke Purwokerto.
Memasuki Kota Purwokerto jam telah menunjukan Pkl. 06.00 pagi, saya berputar-putar sejenak untuk menunggu AHASS buka, karena kalau saya langsung ke Batu Raden akan males untuk turun lagi ke Purwokerto, jadi lebih baik service motor dahulu baru mencari hotel untuk istirahat.
Sementra itu, anak-anak sudah saya beritahu bahwa saya telah sampai di Purwokerto, sehingga mereka bisa menyusul langsung ke Batu Raden.
Setelah Service motor selesai, saya langsung mencari Hotel di Batu Raden, berputar-putar sejenak … akhirnya dapet hotel yang murah dengan tarif Rp. 60.000,- per malam dengan tempat tidur 2 buah dengan ukuran besar. Sayang nama hotel nya saya lupa.
Setelah Cek-In saya mandi dan langsung tidur sambil menunggu anak-anak datang dari Jogya.
Jam 15.00 akhirnya anak-anak sampai di hotel tempat saya menginap, setelah istirahat sejenak …. menjelang buka puasa kami turun ke Purwokerto untuk mencari tempat buka puasa yang nyaman.
Oleh karena terlalu banyak mencari dan merasa tidak ada yang cocok, akhir nya waktu buka puasa tiba, kami berbuka puasa malah di tempat yang tidak nyaman ….. gpp dech … sekedar untuk membatalkan puasa aja koq …..
Setelah jalan-jalan lagi ….. akhir nya kami dapat tempat makanan enak, yaitu ayam goreng yang tampak nya nikmat banget ……. tempat nya sich di pinggir jalan utama …. lupa nama jalannya …..
Tetapi begitu selesai makan dan membayar makanan, alangkah terkejutnya saya …. karena begitu mahal harga makanan nya ….. masak makan ayam dan minum es teh manis untuk bertiga di kenakan harga Rp. 99.000, kapok dech ……..
Akhirnya dengan berbekal nasi bungkus untuk sahur nanti yang kita temui warung di pinggir jalan, kami kembali ke Batu Raden untuk istirahat.
Besok pagi nya, kami mandi ke Pancuran tujuh ….. dengan mengendarai motor kami naik ke atas tempat lokasi Pancuran 7 tersebut, cukup curam dan lumayan mengerikan jalan nya apabila naik kendaraan. Dulu pernah saya kesana juga, tapi malah jalan kaki, melalui taman wisata nya. Malah lebih dekat dan gak serem jalannya.
Setelah puas main air dan di pijat dengan belerang kami kembali ke hotel untuk segera melanjutkan perjalanan kami Dieng, saya tau dieng hanya dari cerita-cerita dan baca-baca di beberapa media mengenai Dieng.
Route perjalanan nya adalah dari Batu Raden kami turun ke arah Purwokerto, di tengah-tengah kami ambil jalan ke kiri ….. arah ke wonosobo. Namun sebelum masuk ke Wonosobo kami mengambil jalan ke kiri untuk naik kearah pegunungan …. bukan main Indahnya ….. sepanjang jalan … kami di selimuti Kabut ….. sampai di Dieng, setelah beradaptasi sebentar ….. waktu buka puasa tiba, dengan minum susu Ultra Jaya kami berbuka puasa, lalu menyantap Bakso yang cepat sekali dingin nya ……
Setelah makan Bakso, kami mencari tempat penginapan, yang akhir nya dapet juga dengan harga Rp. 40.000,– Cukup sederhana … malah sederhana sekali, sehingga kami tidur dengan kedinginan ….., namun demikian kami bisa mandi dengan air panas dengan tarif Rp. 2.000,- per ember.
Setelah mandi … kami mencari makan malam di restaurant padang, wach … gak enak banget …. apa-apa yang dimakan semuanya dingin ….. maklum lah …. memang dingin sekali di Dieng ini.
Jadi kalau memang mau kesana, persiapkan peralatan yang melindungi dari udara dingin.
Keesokan hari nya, kami jalan-jalan di sekitar nya, melihat lahar, melihat danau ….. namun kesemuanya itu tidak ada yang terlalu menarik …. ( atau memang kami belum dapat tempat yang memang benar-benar menarik ), setelah puas kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jogyakarta dengan route wonosobo - magelang - jogya.
Begitu maghrib kami sampai di Magelang, mencari tempat buka’an dan istirahat di alun-alun. Makan steak-steak an ….., setelah itu langsung pulang ke Jogyakarta.
Besok nya kita pergi ke Wonogiri, berangkat melalui wonosari - pracimantoro - wonogiri, makan siang/sore di atas waduk Gajahmungkur, terus muter-muter di Wonogiri dan akhirnya foto-foto di Selamat Datang Wonogiri dari arah Solo.


