Kisah perjalanan kami, saya dan reik menuju kota Jogyakarta dengan mengendarai motor ….. pada tanggal 28 September - 05 Oktober 2008.
Sebenarnya kami ingin berangkat dari Pamulang sekitar jam 13.00 an, agar nanti bisa buka puasa dan jalan-jalan sebentar di kota Bandung, tetapi karena si Reik di tunggu-tunggu belum juga nongol dari pagi, yach …. akhirnya mundur juga berangkat nya. Apalagi harus juga mengikat barang-barang di bagasi mobil Avanza yang juga berangkat ke Jogya.
Setelah dari pondok cabe usai mengikat bagasi di mobil avanza, saya dan reik pulang ke Pamulang untuk beres-beres sekedarnya …. dan juga mau mandi dulu, masalah nya dari pagi belum mandi.
Akhirnya Jam 15.00 kami berangkat dari rumah dengan tujuan pertama kota Bandung.
Route yang kami lalui adalah … Pamulang melalui p. petir yang nongol di parung, selama perjalanan masih lancar-lancar saja, memasuki jalan warung jambu jalan sangat lancar dengan telah dibukanya underpass yang baru, sehingga tidak ada lagi hambatan di rel kereta api yang selama ini selalu menghambat perjalanan dengan frekwensi lalu lalang kereta yang sangat tinggi.
Tapi setelah memasuki tajur, hujan mulai turun, kami lalu menepi mencari tempat berteduh, padahal jam baru menujukan jam 16.45, dengan berembuk akhirnya kami akan menunggu hujan hingga bedug maghrib datang. Setelah berbuka puasa dengan minum freshtea dan merokok sebatang, kami jalan lagi menuju kota bandung.
Kami sampai di Bandung jam 19.00 lalu istirahat di depan Gedung Sate untuk makan malam, tadi nya sich malu juga buka makanan di tempat umum, tapi setelah di pikir-pikir gak bakalan ada yang kita kenal, yach udah kita makan aja dengan lahap nya ……. ntah karena kelaparan atau emang enak lauk nya ….. kita makan dengan lahapnya . Sampai-sampai nasi yang seharusnya kita makan untuk sahur nanti, dimakan untuk nasi tambahan.
Gak lama setelah makan, kita meneruskan perjalanan lagi. Dari Gedung Sate menuju Cicaheum arah ke Cilenyieu, lalu lintas masih sepi … belum ada tanda-tanda keramain mudik.
Di Nagrek belum rame yang turun … hanya beberapa saja yang terlihat, rupanya jalan lancar karena di persimpangan ke Garut telah di buat jalan melingkar, sehingga semua jalan menjadi satu arah.
Mendekati Malambong baru kelihatan konvoi kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, kami menurunin jalan dengan senang karena sudah ada motor-motor lainnya, saling menyusul dan disusul silih berganti, apalagi kami dapat menyusul beberapa bis kota.
Target saya, kami dapat makan sahur di Banjar pada jam 03.00 subuh ( biasanya saya memang sahur di Banjar kalau bulan puasa ), tetapi setelah ciamis motor ban yang di naiki si reik mengalami bocor, terpaksa kami mencari tukang tambal ban dulu, waktu pada saat itu telah menunjukan jam 14.30. Setelah tanya sana tanya sini, rupa nya masih ada tambal ban yang masih buka, saya suruh reik mencari tambal ban nya ada dimana dengan motor yang saya pakai, setelah ketemu baru saya tuntun motor yang bocor tersebut ke tukang tambal ban nya, namun kami harus menunggu giliran untuk di tambal karena masih motor yang sedang di tambal juga ban nya, akhirnya ban kami di tambal juga.
Sambil tiduran menunggu ban kami di tambal, kami mendengar sirene …… setelah kami tanyakan kepada bapak tukang tambal serine apa itu, akhirnya kami lemas, karena itu tandanya imsak.
Akhirnya kami minum saja untuk sahurnya ……
Oh iya … ada yang belum kami ceritakan ….. kami memang agak lambat di perjalanan, karena ada satu misi yang kami jalankan sekaligus, yaitu membagi-bagikan bundel Program Investasi Bersama, yang kami bagikan di setiap ATM yang tersebar sepanjang jalan.
Rupanya kali ini perjalanan saya di penuhi dengan rasa kantuk, sehingga entah berapa kali saya berhenti istirahat untuk tidur sebentar di beberapa tempat, dimana ada tempat di pinggir jalan kami berhenti untuk memejamkan mata barang sejenak, terakhir kali nya begitu masuk kulonprogo ada bale-bale di pinggir kanan jalan yang kosong, dengan sigap saya berhenti dan memutar motor untuk segera ketempat bale-bale tersebut untuk tidur ….. tanpa melepas helm saya tertidur selama 1 jam.
Akhir nya kami memasuki kota jogya pada jam 15.00 yang langsung menuju tempat kontrakan anak saya di daerah wagok, seberangnya Ambarukmo Plaza.
Begitu sampai kami langsung istirahat dengan membersihakan badan terlebih dahulu.
Tanggal 01 Oktober 2008
Hari Raya Idul Fitri telah tiba, Saya, Reik dan Suli berniat sholat id di deket-deket Kontrakan Adit dan Andri, kemarin sich sebenarnya sudah di survey dimana kita akan shalat Id, namun demikian pada saat kita sudah tiba di Lapangan Tennis tempat di selenggarakan shalat id, kita terlambat datang, akhirnya dengan kecewa kita kembali pulang.
Setelah bermaaf-maaf’an di rumah, kita pergi ke Klaten untuk berlebaran bersama keluarga besar disana ….
Dalam perjalanan menuju Cokro, Reik ingin berpose terlebih dahulu di tengah hamparan sawah yang di Jakarta sudah susah ditemukan lagi.
Setelah berbasa-basi akhirnya kita pamit untuk mencari makan malam, tujuan kita adalah makan nasi liwet di daerah solo baru. Nasi liwet yang kita tuju adalah berdasarkan refrensi yang ada di jalansutra, tetapi begitu sampai disana, nasi liwet tersebut tidak jualan.
Akhirnya kita makan di tempat yang ada saja.
Setelah makan, kami langsung pulang ke Jogya.
Sebelum jalan kami berfoto-foto sebentar dengan Adit dan Andri.
Kami melalui jalan tersebut atas saran Adit dan Andri, lagi pula pada jam-jam segitu ,,, melalui wates pasti lalu lintas cukup padat.
Setelah memakan waktu sekitar 1,5 Jam kami tiba di Purworejo, di alun-alun Purworejo, kami langsung mengambil jalan ke arah kebumen.







1 comment:
Selamat Siang:
Ibu dari Malaysia tapi sering ke merata tempat di Indonesia. Mohon dibantu dengan informasi mengenai tempat yang bernama DIANG, Jogyakarta dan juga rumah penginapan RUMAH EYANG.
Terima Kasih
Ibu Natrah Abdullah
natraha61@yahoo.com
Post a Comment